Kreatif, sebuah kata yang mungkin dianggap murah di Indonesia. Capek2 mikirin sebuah konsep, dijiplak dan bilang ' sorry, our management has it own idea' yang belakangan baru ketahuan nyontek ide kreatif yang telah kita tawarkan. Mau nuntut? CAPE DENG.
Hukum nya belum jelas dan belum apa2, duit udah berkeliaran di mana2. Solusinya pernah saya baca melalui sebuah artikel di web. Sebelum memberikan ide kepada klien, harus jelas dinformasikan jika HARUS ADANYA BIDDING FEE. Menang kalah ada feenya, jadi kreatifitas masih ada artinya.
Kalo kompak, mending. Kalo jalan sendiri, bisa dianggap edan sendiri.
Untuk itu para rekan sejawat dan para senior Graphic Designer atau profesi apapun yang berputar dalam kreativitas, mari kita membentuk sebuah sistem yang melindungi kreativitas dan ideas, agar ada harganya, yang lebih penting, agar orang lain mengerti bagaimana menghargai sebuah kreativitas.
Portfolio & Contact
Minggu, 02 November 2008
Kreatifitas - Ada Harganya?
Ketika sebuah perusahaan membuat iklan, baik itu berupa barang cetakan atau lainnya, pernahkan terpikir apa yang menjadi tujuan akhir dari semua itu?
Yang pasti dan seharusnya adalah: image perusahaan Anda akan tumbuh atau menjadi semakin baik di depan mata konsumen yang telah atau belum mengenal perusahaan Anda. Mau panjang lagi, biar produknya laris manis pada akhirnya. Betul kan?
Ada kalanya beberapa klien mencoba mendapatkan 'semua yang diinginkan'. Murah dan luar biasa bagusnya sebuah cetakan atau design. Contek mencotek terjadi. Dengan demikian, dengan sendirinya perusahaan tersebut 'mengiklankan' dirinya sendiri di depan masyarakat.
Kertas dan laminating sebagainya bisa sama. Tapi tolong hargai yang namanya ide kreatif.
Beberapa waktu lalu, seorang partner dari sebuah biro iklan harus 'lengser' gara-gara idenya dicontek oleh GM dari sebuah perusahaan TDR (singkatan saja lah) dan meminta kepada seorang mahasiswa untuk menirunya dengan berbagai perubahan yang dibuat agar tak menyalahi hak cipta. Harganya? Berlipat-lipat lebih murah. Kasian rekan biro iklan kita itu. Hampir 1 minggu mengolah dan menghasilkan yang terbaik tetapi selesainya, singkat saja.
Yang pasti dan seharusnya adalah: image perusahaan Anda akan tumbuh atau menjadi semakin baik di depan mata konsumen yang telah atau belum mengenal perusahaan Anda. Mau panjang lagi, biar produknya laris manis pada akhirnya. Betul kan?
Ada kalanya beberapa klien mencoba mendapatkan 'semua yang diinginkan'. Murah dan luar biasa bagusnya sebuah cetakan atau design. Contek mencotek terjadi. Dengan demikian, dengan sendirinya perusahaan tersebut 'mengiklankan' dirinya sendiri di depan masyarakat.
Kertas dan laminating sebagainya bisa sama. Tapi tolong hargai yang namanya ide kreatif.
Beberapa waktu lalu, seorang partner dari sebuah biro iklan harus 'lengser' gara-gara idenya dicontek oleh GM dari sebuah perusahaan TDR (singkatan saja lah) dan meminta kepada seorang mahasiswa untuk menirunya dengan berbagai perubahan yang dibuat agar tak menyalahi hak cipta. Harganya? Berlipat-lipat lebih murah. Kasian rekan biro iklan kita itu. Hampir 1 minggu mengolah dan menghasilkan yang terbaik tetapi selesainya, singkat saja.
NetNod Communication?
NetNod Communication terbentuk pada tahun 2006 dari sebuah pemikiran penyatuan ide-ide kreatif insan graphic design. Ide yang berawal dari iseng-iseng ini ternyata syukur alhamdullilah dapat diterima klien2 kami, baik untuk urusan graphic dan cetakannya. Rasanya terlalu berlebihan kalau 'ngecap' kebanyakan di sini. Jika para sahabat ataupun senior ingin mengetahui portfolio kami, dengan rendah hati kami mengundang klik www.netnodcommunication.com yang besar harapan dapat memiliki arti tersendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
